DRI: Harga minyak telah turun sekitar 60% sejak awal tahun 2020






Minggu IV Maret 2020

Publikasi terkini dan peristiwa ekonomi mewarnai pergerakan pasar regional dan domestik dalam satu minggu terakhir. DRI merangkum sejumlah poin utama yang dianggap mempengaruhi kinerja pasar, sebagai berikut:

Harga emas mengalami kenaikan tajam pada minggu ke empat bulan Maret sebesar 8%, kenaikan tersebut yang tertinggi sejak Desember 2008. Pada perdagangan tanggal 27 Maret harga emas menyentuh kisaran USD 1,624 per ons, hal ini disebabkan oleh perilaku investor yang memilih asset safe heaven akibat sentimen negatif terhadap Covid-19. Harga minyak mentah Brent pada perdagangan 27 Maret 2020 ditutup turun 5.4% menjadi USD 24,9/ barel, penurunan harga yang terjadi hampir menyentuh level terendahnya sejak 17 tahun terakhir yaitu USD 24,5/ barel.

Sementara itu harga minyak mentah WTI turun tajam menjadi USD 21,5/ barel, harga minyak telah turun sekitar 60% sejak awal tahun 2020 yang disebabkan oleh penurunan permintaan akibat penyebaran Covid-19 dan adanya kelebihan pasokan akibat Arab Saudi memutuskan memberikan diskon harga minyak mentah produksinya.

Sidang G20 pada tanggal 26 Maret 2020 mempunyai pembahasan utama yaitu bagaimana mengatasi wabah Covid-19 yang telah melanda negara – negara di dunia, beberapa kesepakatan dari sidang tersebut yaitu meningkatkan pencegahan dan penanganan dari sisi kesehatan, koordinasi dari sisi fiskal, moneter dan sektor keuangan dilakukan bersama sesuai dengan tatanan global, memaksimalkan peran IMF dalam hal pendanaan, dan joint collective action untuk mengatasi dampak Covid-19.

Dari perekonomian Indonesia, Menteri Keuangan telah merelaksasi APBN 2020 dari asumsi awal 1.76% terhadap PDB atau Rp 307,2 triliun menjadi 2.5% dari PDB atau sekitar Rp 432,2 triliun dengan begitu proyeksi defisit pada anggaran mencapai Rp 125 triliun.

Hal ini dilakukan oleh Kementerian Keuangan untuk mengakomodir pembengkakan anggaran akibat penanganan Covid-19 di Indonesia. Data per tanggal 27 Maret 2020 jumlah kasus di Indonesia masih menunjukkan lonjakan, kasus masyarakat yang terinfeksi Covid-19 meningkat dari 893 menjadi 1,046 yang tersebar di beberapa daerah dengan daerah paling tinggi kasus berada di DKI Jakarta (598 kasus).

Ekonomi Jepang
Indikator dini Jibun Bank Flash Japan Manufacturing PMI turun ke level 44.8 pada bulan Maret 2020. Kontraksi tajam di sektor manufaktur Jepang merupakan yang terbesar sejak April 2009, hal ini disebabkan oleh adanya kekhawatiran terhadap resesi ekonomi akibat wabah Covid-19. Penurunan tajam terjadi pada output produksi dan tertinggi sejak Tsunami tahun 2011, sementara itu permintaan barang dari dalam dan luar negeri juga mengalami penurunan tertinggi dalam 11 tahun terakhir. Lapangan pekerjaan juga mengalami penurunan setelah pada bulan Februari sempat mengalami peningkatan.

Jibun Bank Services PMI Flash bulan Maret menurun ke level 32.7, hal ini juga menunjukkan kontraksi tajam pada sektor jasa sejak September 2007. Hal ini disebabkan turunnya kinerja sektor pariwisata akibat penyebaran Covid- 19 sehingga banyak acara besar yang dibatalkan. Output pesanan baru, pesanan untuk ekspor turun dan lapangan pekerjaan mengalami penurunan tajam sejak Oktober 2015.

BoJ mempertahankan suku bunganya sebesar -0.1% dalam pertemuan tanggal 16 Maret 2020, namun memutuskan untuk meningkatkan laju pertumbuhan pembelian ETF dari JPY 6 triliun ke JPY 12 triliun dan pembelian asset beresiko lainnya untuk mengatasi perlambatan ekonomi akibat penyebaran Covid-19. Selain itu BoJ juga memberikan fasilitas pinjaman kepada perusahaan dengan jangka waktu 1 tahun dan tingkat bunga 0%.

 

Ekonomi Eropa
Indeks kepercayaan bisnis di Eropa meningkat ke level -0.04 di bulan Februari 2020 setelah pada bulan sebelumnya berada pada level -0.19. Sementara itu, indikator kepercayaan konsumen di kawasan Eropa turun ke level -11.6 pada bulan Maret 2020, ini merupakan level terendah sejak November 2014.

IHS Markit Manufacturing PMI kawasan Euro turun menjadi 44.8 pada buIan Maret 2020 setelah sebelumnya berada pada level 49.2 di bulan Januari 2020. Penurunan tersebut mengindikasikan adanya kontraksi tajam pada sektor manufaktur Kawasan Eropa sejak Juli 2012, dimana output produksi turun tajam sejak April 2009. Penurunan ini terjadi di tengah wabah Covid-19 yang mengakibatkan terganggunya aktivitas bisnis. Sementara itu pada sektor jasa, IHS Markit PMI untuk kawasan Euro turun ke level terdalam sebesar 28.4 di bulan Maret 2020 setelah pada bulan sebelumnya berada di posisi 52.6. Penyebaran wabah Covid-19 membuat sektor jasa terkontraksi terutama pada industri pariwisata, restoran dan agen perjalanan.

Ekonomi Amerika Serikat (AS)
Perekonomian AS pada kuartal empat tahun 2019 tumbuh stabil sebesar 2.1% angka tersebut sama dengan pertumbuhan di kuartal ketiga tahun 2019. Sementara itu, pesanan barang tahan lama (durable goods orders) yang diterima pabrikan bulan Februari 2020 meningkat sebesar 1.2% mom setelah pada bulan sebelumnya meningkat sebesar 0.1% mom. Hal ini didorong oleh peningkatan permintaan alat transportasi sebesar USD 3.8 milliar sekitar 4.6% menjadi USD 87.0 milliar, sedangkan untuk pesanan barang tahan lama lainnya mengalami penurunan sebesar 0.6%.

Pendapatan personal bulan Februari 2020 di AS meningkat sebesar 0.6%, peningkatan ini sama dengan bulan Januari 2020 dan berada berada di atas konsensus pasar 0.4%. Pertumbuhan pada pendapatan personal di AS didorong oleh peningkatan kompensasi pekerja dan pendapatan pemilik lahan pertanian. Sementara itu rata – rata belanja personal bulan Februari naik sebesar 0.2%, masih sama seperti kenaikan di bulan sebelumnya dan sesuai dengan ekspektasi pasar 0.3%. lndeks harga pengeluran konsumsi personal (PCE Price Index) di AS meningkat 0.1% mom di bulan Februari 2020, kenaikan tersebut sama seperti bulan sebelumnya.

The Fed pada tanggal 23 Maret mengumumkan langkah – langkah untuk mendorong pertumbuhan perkonomian di AS yang terancam akibat penyebaran Covid-19 dengan jumlah kasus yang terus meningkat. Beberapa langkah yang diambil The Fed yaitu memberikan pinjaman pembiayaan hingga USD 300 miliar kepada pengusaha, konsumen, dan sektor bisnis. Selain itu The Fed juga melakukan pembelian surat berharga untuk menjaga keberlangsungan pasar keuangan, memberikan fasilitas kredit pada pengusaha besar, serta memberikan fasilitas aliran kredit ke kota.

IHS Markit US Manufacturing PMI turun ke level 49.2 pada bulan Maret 2020 dari sebelumnya berada pada level 50.7 di bulan Februari 2020. Kontraksi tajam terjadi pada pesanan baru dan output produksi, kepercayaan bisnis di AS berada pada level terendah akibat wabah Covid-19. Sementara itu, dari sektor jasa, IHS Markit US Services PMI turun tajam ke level 39.1 di buIan Maret 2020, ini merupakan penurunan paling tajam sejak 10 tahun yang lalu. Permintaan dari dalam negeri dan luar negeri melemah akibat penyebaran Covid-19 selain itu ketersediaan lapangan pekerjaan juga mengalami juga mengalami penurunan yang paling tajam sejak Oktober 2019.

Dari sektor perumahan, penjualan rumah baru di AS turun 4.4% menjadi 765 ribu unit di bulan Februari 2020 jika dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 8000 ribu unit. Rata – rata harga rumah baru naik dari USD 320,800 menjadi USD 345,900, sedangkan ketersediaan rumah baru di pasaran sebesar 319 ribu unit.

Jumlah masyarakat yang mengajukan klaim tunjangan pengangguran di AS meningkat sebesar 3.2 juta pada tanggal 21 Maret 2020, ini merupakan jumlah tertinggi sejak tahun 1967 dan di atas ekspektasi pasar sebesar 1 juta klaim. Klaim tertinggi berasal dari sektor jasa dan makanan, selain itu sektor lainnya seperti kesehatan, hiburan, transportasi dan manufaktur juga tercatat mengalami peningkatan pengangguran. PHK dan pengangguran menjadi salah satu dampak ekonomi penyebaran Covid-19 di AS karena banyaknya sektor bisnis yang pada akhirnya tutup.

 

 

Minggu I April 2020

  • Beberapa indikator ekonomi yang perlu dicermati pekan depan antara lain
    USA: pending house sales, trade balance, non-farms payroll, initial jobless claim, unemployment rate,
  • Jepang: unemployment rate, industrial production, retail sales, housing start
  • China: NBS manufacturing PMI, Caixin manufacturing PMI, Caixin Service PMI
  • EU: economic sentiment, consumer confidence, business confidence, inflation rate, unemployment rate, retail sales
  • Indonesia: Danareksa cosumer confidence, inflasi

 

Sumber: Danareksa Research Institute
Photo by WORKSITE Ltd. on Unsplash