DRI: Indeks Kepercayaan Konsumen DRI Naik 3,7% ke Level 74.0






Minggu I September 2020

  

Publikasi terkini dan peristiwa ekonomi mewarnai pergerakan pasar regional dan domestik dalam satu minggu terakhir. DRI merangkum sejumlah poin utama yang dianggap mempengaruhi kinerja pasar, sebagai berikut:

Indonesia

  • Dari domestik, pada bulan Agustus 2020 indeks harga konsumen (IHK) mencatatkan deflasi lagi sebesar -0.05% mom setelah bulan sebelumnya terjadi deflasi sebesar -0,10% mom. Deflasi bulan ini didorong oleh penurunan harga pada kelompok barang harga bergejolak (makanan, minuman dan tembakau). Deflasi yang terjadi selama dua bulan berturut – turut mengindikasikan daya beli masyarakat yang masih rendah di tengah pelonggaran kebijakan pembatasan sosial dan realisasi stimulus pemerintah untuk peningkatakan konsumsi rumah tangga.

 

  • Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK) Danareksa Research Institute naik 3.7% ke level 74.0 setelah selama empat bulan berturut – turut turun akibat pandemi Covid-19 di Indonesia. Dua komponen dalam IKK yaitu Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (Present Situation Index) dan Indeks Perkiraan Ekonomi (Expectation Idex) 6 bulan mendatang mengalami peningkatan masing – masing ke level 38.36 dan 100.71. Konsumen memandang lebih optimis pada ketersediaan lapangan pekerjaan dan pendapatan keluarganya selama enam bulan ke depan seiring dengan beroperasinya kembali kegiatan bisnis setelah pelonggaran kebijakan pembatasan dan realisasi stimulus pemerintah untuk meningkatkan konsumsi rumah tangga.

 

  • IHS Markit Manufacturing Indonesia naik ke level 50.8 pada bulan Agustus 2020 setelah di bulan sebelumnya berada pada level 46.9. Kondisi sektor manufaktur di Indonesia membaik dan kembali ke level positifnya untuk pertama kali sejak penurunan pada bulan Februari 2020. Perbaikan aktivitas menufaktur didorong oleh peningkatan produksi dan pesanan baru terutama permintaan domestik, peningkatan operasi bisnis dan pelonggaran pembatasan sosial yang dilakukan oleh pemerintah mulai bulan Juli 2020.

 

  • Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mendapatkan anggaran tambahan dari dana cadangan APBN 2020 sebesar Rp 8,3 triliun untuk memberikan subsidi kuota internet dan membayar tunjangan dosen dan guru. Total anggaran untuk memberikan subsidi kuota sebesar Rp 7,21 triliun yang terdiri dari anggaran tambahan sebesar Rp 5,72 triliun dan relokasi anggaran Kemendikbud sebesar Rp 492,8 miliar. Kuota internet diberikan selama empat bulan untuk siswa sekolah (35 GB/bulan), mahasiswa (50 GB/bulan), guru (42 GB/bulan), dan dosen (50 GB/bulan).

 

  • Kedatangan turis asing ke Indonesia masih terus menurun, data bulan Juli 2020 menunjukkan penurunan sebesar 89.12% yoy. Hal ini masih disebabkan oleh pandemi Covid-19 yang mengakibatkan beberapa negara masih melakukan pembatasan perjalanan ke luar negaranya.

Komoditas

  • Dari harga komoditas, harga minyak mentah WTI turun sebesar 3.8% ke level USD 39.77/ barel pada akhir perdagangan pada hari Jumat tanggal 4 September 2020 di tengah menguatnya dollar AS dan laporan data sektor pekerjaan AS yang membaik. Penurunan harga minyak mentah WTI didorong oleh penurunan permintaan dan kelebihan pasokan yang meningkatkan kekhawatiran investor. Secara mingguan WTI turun sebesar 7.4%. Sementara itu, harga Brent pada akhir perdagangan tanggal 4 September 2020 ditutup turun 3.2%ke level USD 42.66/barel. Secara mingguan minyak mentah Brent mengalami penurunan 7%. Di sisi lain, harga emas naik 0.4% ke level USD 1,937/ ons pada penutupan perdagangan hari Jumat tanggal 4 September 2020, setelah dalam satu minggu terakhir sempat menyentuh level terendahnya.

Amerika Serikat

  • Dari ekonomi AS, defisit neraca perdagangan AS bulan Juli 2020 melebar menjadi USD 63,6 miliar jika dibandingkan bulan sebelumnya yang mengalami defisit sebesar USD 53.5 miliar. Ini merupakan defisit neraca perdagangan tertinggi sejak Juli 2008. Meskipun ada kenaikan pada ekspor – impor namun tetap lebih rendah jika dibandingkan sebelum adanya pandemi, hal ini disebabkan aktivitas bisnis yang sudah mulai berjalan namun dengan kapasitas yang terbatas. Ekspor naik 8.1% menjadi USD 168,1 miliar sedangkan impor naik 10.9% menjadi USD 231.7 miliar.

 

  • Dari sektor tenaga kerja, tingkat pengangguran di AS bulan Agustus 2020 turun menjadi 8.4% jika dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 10.2%. Jumlah penganguran turun sebesar 2,8 juta menjadi 13,6 juta karena bisnis mulai beroperasi dan mempekerjakan kembali karyawannya. Sejalan dengan hal tersebut, jumlah warga AS yang mengisi tunjangan pengangguran turun 886 ribu klaim dalam pekan terakhir tanggal 29 Agustus 2020. Ini merupakan level terendah klaim tunjangan pengangguran sejak awal pandemi terjadi di AS. Ini menunjukkan bahwa sektor tenaga kerja mulai pulih kembali secara perlahan di tengah ancaman penyebaran Covid-19 gelombang kedua.

 

  • Sementara itu, non farm pay-roll AS (jumlah pekerjaan di luar sektor pertanian, pekerja rumah tangga, wirausaha, militer dan agensi intelejen di AS) sebesar 1,371 juta pekerjaan pada bulan Agustus 2020, menurun jika dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 1,734 juta pekerjaan.

China

  • Dari ekonomi China, Caixin Manufacturing PMI China naik ke level 53.1 pada bulan Agustus 2020 dari level 52.8 di bulan Juli 2020 seiring dengan kembali pulihnya negara tersebut dari pandemi Covid-19 secara perlahan. Industri manufaktur China menunjukkan peningkatan terutama di sektor kesehatan yang meningkat untuk pertama kalinya sejak Januari 2011. Sementara itu, Caixin Services PMI China bulan Agustus 2020 turun tipis ke level 54.0 setelah di bulan sebelumnya berada pada level 54.1. Ini menandakan masih adanya pemulihan aktivitas bisnis di tengah membaiknya permintaan global dan upaya pemerintah untuk memulihkan perekonomia pasca pandemi Covid-19.

Eropa

  • Dari kawasan Eropa, perdagangan ritel kawasan Eropa turun 1.3% mom pada bulan Juli 2020 setelah di bulan sebelumnya sempat mengalami kenaikan sebesar 5.3% mom. Negara – negara di dunia berusaha untuk melakukan kebijakan pelonggaran pembatasan kegiatan, namun permintaan global masih mengalami hambatan seiring dengan adanya ancaman penyebaran Covid-19 gelombang kedua.

 

  • Industrial Producer Price (PPI) kawasan Eropa naik 0.6% mom (-3.3% yoy) pada bulan Juli 2020 menyusul kenaikan sebesar 0.7% di bulan sebelumnya.

 

  • Dari sektor tenaga kerja, tingkat pengangguran di kawasan Eropa naik menjadi 7.9% pada bulan Juli 2020 setelah di bulan sebelumnya turun menjadi 7.7%. Ini merupakan tingkat pengangguran tertinggi sejak November 2018 akibat kebijakan lockdown pemerintah yang berdampak pada penutupan kegiatan ekonomi dan bisnis. Jumlah pengangguran meningkat sebesar 344 ribu menjadi 12,793 juta orang, meskipun pemerintah telah memberikan program dukungan pada sektor tenaga kerja.

Jepang

  • Dari ekonomi Jepang, perdagangan ritel Jepang turun 3.3% mom pada bulan Juli 2020 setelah di bulan sebelumnya naik 13.1% mom. Ini merupakan penurunan pertama perdagangan ritel sejak bulan April 2020 akibat penyebaran Covid-19 gelombang kedua di Jepang.

 

  • Indeks kepercayaan konsumen di Jepang turun ke level 29.3 pada bulan Agustus 2020 setelah di bulan sebelumnya berada pada level 29.5.

 

  • Dari sektor perumahan, pembangunan rumah baru (housing start) di Jepang turun ke 11.4% yoy pada bulan Juli 2020 meneruskan penurunan di bulan sebelumnya sebesar 12.8% yoy. Hal ini menunjukkan akibat penyebaran Covid-19 sektor perumahan belum pulih secara keseluruhan.

 

  • Dari sektor tenaga kerja, tingkat pengangguran Jepang bulan Juli 2020 naik menjadi 2.9% jika dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 2.8%. Namun ini masih menjadi tingkat pengangguran tertinggi sejak bulan Mei 2017 sebagai akibat kebijakan pembatasan yang diberlakukan pemerintah Jepang untuk menekan penyebaran Covid-19. Sejalan dengan tingginya tingkat pengangguran di Jepang rasio ketersediaan lapangan pekerjaan di Jepang juga turun 1.08% di bulan Juli 2020.

 

Minggu II September 2020

 

Beberapa indikator ekonomi yang perlu dicermati pekan depan antara lain sebagai berikut:

  • USA: Inflation rate, PPI, JOLTs job openings, initial jobless claim
  • China: Trade balance, inflation rate, PPI, foreign exchanges reserves
  • Jepang: Household spending, PPI, foreign exchanges reserves, current account
  • EU: ECB interest rate decision
  • Indonesia: retail sales, foreign exchanges reserves

Sumber: Danareksa Research Institute

Photo by Blake Wisz on Unsplash