DRI: Perekonomian AS Terus Menunjukkan Perbaikan






Minggu IV September 2020

Publikasi terkini dan peristiwa ekonomi mewarnai pergerakan pasar global dan domestik dalam satu minggu terakhir. DRI merangkum sejumlah poin utama yang dianggap mempengaruhi kinerja pasar, sebagai berikut:

PERGERAKAN PASAR GLOBAL

  • Perekonomian AS terus menunjukkan perbaikan terutama di sektor manufaktur dan sektor perumahan, namun demikian tingkat pengangguran diperkirakan meningkat. Indeks PMI AS terus meningkat di atas level 50 yang menunjukkan ekspansi sektor manufaktur AS setelah kebijakan lockdown di longgarkan. Selain itu sektor perumahan juga melanjutkan pemulihan yang ditandai dengan peningkatan penjualan dan permintaan rumah.
    • IHS Markit Manufacturing PMI AS bulan September meningkat ke level 53,5 setelah di bulan sebelumnya berada pada level 53,1. Peningkatan ini merupakan yang tertinggi sejak Januari 2019 didorong oleh meningkatnya produksi dan pesanan baru sebagai dampak pulihnya aktivitas bisnis di AS.
    • Sementara itu, IHS Services PMI AS turun ke level 54,6 pada bulan September 2020 setelah di bulan sebelumnya berada pada level 55,0. Meskipun PMI sektor jasa turun, namun pertumbuhan bisnis baru masih terus berlangsung disertai dengan peningkatan lapangan pekerjaan.
    • Pesanan baru untuk barang tahan lama (durable goods) AS naik 0,4% mom pada Agustus 2020, namun masih berada di bawah kenaikan bulan Juli 2020 sebesar 11,7% mom. Pesanan barang tahan lama semakin membaik yang terlihat pada peningkatan pesanan selama empat bulan berturut – turut.
    • Dari sektor perumahan, penjualan rumah (existing home sales) di AS naik 2,4% mom pada bulan Agustus 2020 menjadi 6 juta unit. Penjualan rumah di AS terus menunjukkan peningkatan setelah pandemi Covid-19 melanda negara tersebut. Sementara itu, penjualan rumah baru (new home sales) di AS juga mengalami peningkatan sebesar 4,8% mom pada bulan Agustus 2020 menjadi 1,011 unit. Ini merupakan angka peningkatan penjualan tertinggi sejak September 2006 yang menunjukkan sektor perumahan di AS terus pulih yang didorong oleh suku bunga yang rendah dan naiknya permintaan.
    • Dari sektor tenaga kerja, jumlah warga AS yang mengisi tunjangan pengangguran naik 870 ribu klaim dalam pekan terakhir tanggal 19 September 2020. Ini menunjukkan pemulihan sektor tenaga kerja melambat akibat berkurangnya dukungan pemerintah dan peningkatan penyebaran Covid-19 pada gelombang kedua.
  • Perekonomian kawasan Eropa bergerak mixed, hal ini terlihat dari indikator kepercayaan konsumen dan indeks PMI Manufaktur kawasan Eropa yang naik namun indeks PMI pada sektor jasa mengalami penurunan.
    • Indikator kepercayaan konsumen di kawasan Eropa naik ke level -13.9 pada bulan September 2020 setelah sebelumnya berada pada level -14,7. Meskipun sudah mulai membaik, namun level tersebut masih jauh berada berada di bawah level sebelum adanya pandemi.
    • IHS Markit Manufacturing kawasan Eropa naik ke level 53,7 pada bulan September 2020 dari sebelumnya yang berada pada level 51,7. Produksi sektor manufaktur di kawasan Eropa meningkat yang didorong oleh peningkatan pesanan baru.
    • Sementara itu, IHS Markit Services PMI kawasan Eropa turun ke level 47,6 pada bulan September 2020 dari sebelumnya yang berada pada level 50,5. Hal ini menunjukkan masih lemahnya sektor jasa di tengah ancaman penyebaran Covid-19 gelombang kedua di kawasan Eropa.
  • Industri manufaktur dan jasa di Jepang belum pulih seperti sebelum adanya pandemi, hal ini ditunjukkan oleh PMI Manufacture dan PMI Service yang masih berada di bawah level 50.
    • Jibun Bank Manufacturing PMI Jepang tercatat sebesar 47,3 pada September 2020, sedikit menurun dari bulan sebelumnya sebesar 47,4. Data penghitungan awal masih menunjukkan adanya penurunan pada produksi dan pesanan baru.
    • Sementara itu, Jibun Bank Services PMI Jepang meningkat 0,6 poin ke level 45,6 jika dibandingkan bulan sebelumnya yang berada pada level 45,0. Meskipun meningkat namun masih jauh berada di level sebelum adanya pandemi. Penurunan produksi dan pesanan baru masih terus berlanjut sebagai akibat masih lemahnya permintaan global.
  • Harga komoditas dunia mengalami penurunan secara mingguan dengan harga minyak dunia kompak ditutup turun di akhir perdagangan minggu ketiga bulan September begitu juga dengan harga emas.
    • Harga minyak mentah WTI pada akhir perdagangan tanggal 25 September ditutup turun 2,6% ke level USD 40,25/barel yang dipengaruhi oleh kekhawatiran investor terhadap pemulihan permintaan bahan bakar akibat kembali terjadi lonjakan infeksi Covid-19 secara global sehingga membuat beberapa negara seperti Prancis dan Inggris memberlakukan kembali pembatasan kegiatan.
    • Sementara itu, harga Brent pada akhir perdagangan tanggal 25 September 2020 ditutup pada level USD 41,86/barel. Secara mingguan minyak mentah Brent mengalami penurunan sebesar 3%.
    • Harga emas turun 4,9% pada minggu ini ke level USD 1.866,3/ons pada penutupan perdagangan hari Jumat tanggal 25 September 2020, investor terus mengalami kekhawatiran terhadap prospek pemulihan ekonomi global dan masih masifnya penyebaran Covid-19 di beberapa negara.

 

PERGERAKAN PASAR DOMESTIK

  • Perekonomian Indonesia pada kuartal III-2020 diperkirakan akan mengalami resesi berdasarkan revisi proyeksi pertumbuhan ekonomi yang dilakukan oleh Kementerian Keuangan.
    • Kementerian Keuangan melakukan revisi proyeksi pertumbuhan ekonomi kuartal III-2020 menjadi minus 2,9% – minus 1,1%, yang artinya perekonomian Indonesia akan berada di negative territory dalam dua kuartal berturut – turut. Kementerian Keuangan juga melakukan update proyeksi pertumbuhan ekonomi untuk tahun 2020 menjadi minus 1,7% – minus 0,6%.
    • Pada tanggal 22 September 2020 Menteri Keuangan memaparkan defisit APBN 2020 hingga akhir Agustus 2020 sebesar Rp 500,5 triliun atau setara 3,5% PDB. Realisasi defisit APBN ini meningkat 152,9% yoy jika dibandingkan dengan Agustus 2019 yang hanya Rp 119 triliun. Penerimaan negara hingga Agustus 2020 mencapai Rp 1.034,1 triliun atau turun 13,1% yoy jika dibandingkan Agustus 2019 sebesar Rp 1.190,2 triliun, sedangkan belanja negara mencapai Rp 1.534,7 triliun atau naik 10,6% yoy jika dibandingkan akhir Agustus 2019.

 

Minggu V September 2020

Beberapa indikator ekonomi yang perlu dicermati pekan depan antara lain sebagai berikut:

  1. USA: Personal spending, pending home sales, initial jobless claim, non-farm payrolls, unemployment rate
  2. China: NBS Manufacturing PMI, Caixin Manufacturing PMI
  3. Jepang: Retail sales, housing start, unemployment rate, jobs/applications ratio, consumer confidence
  4. EU: Economic sentiment, industrial sentiment, unemployment rate, PPI, inflation rate
  5. Indonesia: Markit Manufacturing PMI, inflation rate, tourist arrivals

Sumber: Danareksa Research Institute

Photo by rosario janza on Unsplash