DRI M3-Okt-2019: Perkembangan Negosiasi Dagang AS-China Menjadi Perhatian Utama






Minggu III Oktober 2019

Publikasi terkini dan peristiwa ekonomi mewarnai pergerakan pasar regional dan domestik dalam satu minggu terakhir. Danareksa Research Institue (DRI) merangkum sejumlah poin utama yang dianggap memengaruhi kinerja pasar, sebagai berikut:

  • Minggu lalu, perkembangan negosiasi dagang AS-China dan drama yang menyertainya, menjadi perhatian utama pasar. Terkait publikasi ekonomi, rilis terbaru utamanya terkait dengan laju inflasi dan indikator sentimen (pebisnis dan konsumen) di sejumlah negara.
  • Dari domestik, penjualan retail Indonesia di buIan Agustus 2019 menurun 2,1% mom (+1,1% yoy), menyusul penurunan -5,3% mom (+2,4% yoy). Lesunya penjualan retail terjadi pada kelompok produk makanan minuman, pakaian, BBM, dan perlengkapan telekomunikasi.
  • Dari ekonomi China, indikator Caixin China General Composite PMI di bulan September naik ke level 51,9 dari level 51,6 di bulan sebelumnya. Sektor manufaktur tercatat membaik (PMI pada level 51,4 vs 50,4 Agustus), sementara PMI sektor jasa menurun (PMI pada level 51,3 vs 52,1 Agustus). Pesanan baru yang diterima industri dan serapan tenaga kerja meningkat, sedangkan penjualan ekspor masih menurun.
  • Dari ekonomi Jepang, belanja rumah tangga masyarakat tumbuh 1,0% yoy (vs 1,2% konsensus) di bulan Agustus, menyusul kenaikan 0,8% yoy di bulan sebelumnya. Peningkatan ini menjadi kenaikan tahunan dalam 9 bulan berturut-turut. Kenaikan konsumsi rumah tangga terjadi pada produk furniture, perlengkapan rumah tangga, pakaian, dan alas kaki.
  • lndikator Japan core machinery orders di bulan Agustus 2019 menurun 2,4% mom, menyusul penurunan 6,6% mom di bulan sebelumnya, atau sejalan dengan ekspektasi pasar sebesar -2,5% mom. Penurunan permintaan lebih banyak terjadi pada sektor non manufaktur. Secara tahunan, indikator ini menyusut 14,5% (vs -10,8% yoy ekspektasi pasar).
  • Pada perkembangan harga, harga barang dan jasa di tingkat produsen Jepang turun 1,1% yoy di bulan September, setelah di bulan sebelumnya juga tercatat 0,9% lebih rendah. Kelompok produk yang mencatat penurunan harga antara lain produk minyak, bahan kimia, dan logam, sementara harga makanan dan minuman naik pada level yang lebih lambat.
  • Dari Eropa, indikator Sentix Investor Confidence di bulan Oktober 2019 turun ke level -16,8 dari level -11,1, atau level terendah sejak April 2013. Keyakinan para investor dan analis atas prospek ekonomi Eropa 6 buIan mendatang mengalami penurunan.
  • Dari ekonomi AS, indikator NFIB Small Business Optimism Index buIan September 2019 turun ke level 101,8 dari level Agustus 103,1. Optimisme pebisnis usaha kecil dan menengah tergerus, seiring ketidakpastian perkembangan perang dagang. Mayoritas pebisnis menyatakan akan menunda komitmen belanja dan investasi hingga risiko ketidakpastian mereda.
  • Nilai penyaluran kredit konsumsi AS meningkat sebanyak USD 17,9 miliar di buIan Agustus 2019 (vs USD 15,3 miliar ekspektasi pasar). Penyaluran pinjaman untuk pendidikan dan kendaraan tercatat meningkat, sementara untuk pinjaman kartu kredit menurun.
  • lndeks keyakinan konsumen AS terbitan University of Michigan naik ke level 96 di bulan Oktober dari level 93,2 di buIan sebelumnya. Penilaian konsumen yang membaik atas kondisi ekonomi dan ekspektasinya ke depan membawa IKK meningkat melebihi prediksi pasar pada level 92.
  • Harga barang dan jasa di tingkat konsumen AS tidak mengalami kenaikan (+0,0% mom) pada bulan September 2019, menyusul kenaikan 0,1% mom di bulan sebelumnya. Hal ini terjadi akibat kombinasi kenaikan harga pada kelompok makanan dan perumahan, dan penurunan harga pada kelompok energi dan kendaraan bekas. Secara tahunan, laju inflasi stabil pada level 1,7% yoy (vs 1,8% yoy konsensus), seperti bulan sebelumnya.
  • Di sektor tenaga kerja, klaim tunjangan pengangguran mingguan (per 5 Oktober 2019) menurun sebanyak 10 ribu aplikasi menjadi 210 ribu aplikasi. Rerata 4 mingguannya mencapai 213.750 aplikasi, atau lebih tinggi seribu aplikasi dari minggu sebelumnya. Selanjutnya, data JOLT memperlihatkan bahwa jumlah penawaran lowongan kerja di AS sedikit menurun di bulan Agustus 2019. Penawaran kerja mencapai 7,051 juta posisi (vs 7,191 juta posisi), lebih rendah dari bulan sebelumnya sebesar 7,174 juta posisi. Penurunan terjadi pada sektor manufaktur produk tahan lama dan informasi. Jumlah penerimaan menurun menjadi 5,8 juta posisi, dan PHK sedikit berubah menjadi 5,6 juta posisi.
  • Notulensi rapat The Fed bulan September 2019 menunjukkan bahwa eskalasi perang dagang, perlambatan pertumbuhan global, dan perkembangan lain seperti Brexit, menjadi perhatian khusus The Fed. The Fed juga berpendapat bahwa konsensus pasar cenderung sangat optimis terhadap besaran pemangkasan bunga acuan ke depan.
  • Jelang pembicaraan lanjutan AS-China minggu lalu, pemerintah AS memasukkan tambahan 28 perusahaan China dalam daftar hitam (Entity List), yang membatasi mereka berbisnis dengan perusahaan AS. Pemerintah AS beralasan hal tersebut terkait dugaan pelanggaran HAM atas minoritas muslim di China, yang membuat eskalasi hubungan dagang kedua negara makin meningkat.
  • Akhir minggu lalu, Presiden Trump menyatakan bahwa AS-China telah mencapai kesepakatan awal, dan diikuti pengumuman penundaan kenaikan tarif impor dari China, memberikan energi positif bagi pergerakan pasar. Sebagai bagian dari kesepakatan ini, China dikabarkan akan mengimpor produk pertanian AS setidaknya dengan nilai USD 40-50 miliar. Seperti diketahui pada awal bulan ini, AS menunda pengenaan kenaikan tarif impor (dari 25% menjadi 30%) atas produk China senilai USD 250 miliar, selama 2 minggu hingga 15 Oktober, dan dijadwalkan menerapkan tambahan 15% untuk impor produk dari China senilai USD 160 miliar pada 15 Desember mendatang.

Minggu IV Oktober 2019

Beberapa indikator ekonomi yang perlu dicermati pekan depan antara lain

  • USA: Penjualan retail, NAHB Housing Market Index, building permits, housing starts, klaim tunjangan pengangguran mingguan
  • Jepang: Industrial production, ekspor-impor
  • EU: Industrial production, inflasi, ekspor-impor
  • China: Ekspor-impor, FDI, inflasi, industrial production, penjualan retail
  • Indonesia: Ekspor impor, penjualan otomotif

 

All rights reserved. No part of this publication may be reproduced, stored in retrieval systems, or transmitted, in any form or by any means, electronic, mechanical, photocopying, recording, or otherwise, without the prior written permission of Danareksa Research Institute.

Photo by jonathan-riley in Unsplash.