DRI: Indeks kepercayaan konsumen Danareksa Feb 2020 stabil di 102.5 %






Minggu IV Februari 2020

Publikasi terkini dan peristiwa ekonomi mewarnai pergerakan pasar regional dan domestik dalam satu minggu terakhir. DRI merangkum sejumlah poin utama yang dianggap memengaruhi kinerja pasar, sebagai berikut:

Sentimen negatif datang dari pergerakan pasar minggu lalu, Bursa Asia berkontraksi akibat kekhawatiran pelaku pasar terkait penyebaran Covid-19. Selain itu nilai tukar rupiah melemah pada level Rp 14.319 per USD pada akhir perdagangan tanggal 28 Februari 2020, kepanikan pasar terkait Covid-19 masih menjadi pemicu melemahnya rupiah terhadap dollar AS. Sejumlah kasus baru terjadi di luar China dan tersebar di 35 negara, secara keseluruhan total 2.490 orang di luar dataran China telah terinfeksi Covid-19. Beberapa negara dengan lonjakan infeksi Covid-19 yaitu Korea Selatan menemukan 893 kasus positif corona, Italia 229 kasus dan Iran 61 kasus.

Ekonomi Indonesia
Dari domestik, indeks kepercayaan konsumen Danareksa bulan Februari 2020 stabil pada level 102.5 %. Penilaian konsumen terhadap kondisi ekonomi, bisnis dan lapangan pekerjaan saat ini mengalami peningkatan, sementara itu perkiraan kondisi ekonomi, bisnis dan pendapatan keluarga untuk 6 bulan kedepan mengalami penurunan. Konsumen mengkhawatirkan naiknya inflasi menyusul naiknya sejumlah komponen seperti harga pangan, iuran BPJS dan rokok.

Ekonomi Jepang
Dari ekonomi Jepang, bank sentral Jepang (Bank of Japan) mengumumkan untuk tetap mempertahankan suku bunga jangka pendek sebesar -0.1% dan mempertahankan target imbal hasil obligasi pemerintah (10-year Japanese goverment bond yield) di kisaran 0% pada pertemuan bulan Januari. BoJ juga menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Jepang dari 0.7% menjadi 0.9% untuk tahun fiskal 2019.

Dari sisi tenaga kerja, pengangguran di Jepang bulan Januari meningkat 2.4% mom jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya sebesar 2.2% mom. Sementara itu, jobs-to-applications ratio Jepang turun tajam pada level 1.49% yang merupakan level terendah sejak Mei 2017.

Penjualan ritel Jepang menyusut 0.4% yoy di bulan Januari 2020, menyusul penurunan yang terjadi pada bulan Desember 2019 sebesar 2.6% yoy. Penjualan turun untuk barang – barang umum, pakaian dan aksesoris, kendaraan bermotor, mesin dan peralatan. Di sisi lain peningkatan penjualan terjadi pada makanan dan minuman, bahan bakar dan perlengkapan toilet.

Dari sekor perumahan, jumlah proyek pembangunan perumahan baru (housing start) di Jepang turun sebesar – 10.1% yoy di buIan Januari 2020 setelah pada buIan sebelumnya mengalami penurunan sebesar -7.9% yoy. Bagi Jepang ini merupakan penurunan ketujuh kali semenjak bulan Juli 2019.

 

Ekonomi Eropa
Dari ekonomi Eropa, indeks kepercayaan bisnis di Eropa tetap berada pada level -0.04 di bulan Februari 2020. Selain itu, Economic Sentiment Indicator (ESI) meningkat 0.9 jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya menjadi 103.5. Level tersebut tertinggi sejak bulan Mei 2019 dan berada di atas konsensus pasar sebesar 102.8. Keyakinan meningkat di antara produsen, penyedia layanan, dan konsumen, sementara itu penurunan keyakinan terjadi pada kontraktor dan pengecer.

 

Ekonomi China
Dari ekonomi China, Caixin PMI turun ke level 40.3 pada bulan Februari dari sebelumnya berada pada level 51.1. Hal ini merupakan kontraksi pertama yang paling dalam bagi China setelah bulan Juli 2019. Wabah Covid-19 melumpuhkan rantai pasokan China, nilai ekspor menurun tajam akibat pembatasan barang – barang dari China ke negara tujuan ekspor. Selain itu nilai output, permintaan baru, dan lapangan pekerjaan mengalami penurunan tajam yang tercatat sejak 16 tahun lalu.

 

Ekonomi Amerika Serikat
Pendapatan personal buIan Januari 2020 di AS meningkat 0.6% dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 0.1%, pertumbuhan pendapatan personal tersebut berada di atas konsensus pasar 0.3%. Pertumbuhan pada pendapatan personal di AS didorong oleh peningkatan kompensasi pekerja dan pembayaran tunjangan jaminan sosial serta tunjangan pemerintah lainnya. Sementara itu rata – rata belanja personal bulan Januari naik sebesar 0.2% lebih rendah jika dibandingkan bulan sebelumnya 0.4% dan konsensus pasar 0.3%. Konsumsi barang tidak tahan lama (non-durable goods) turun 0.2% dibandingkan bulan sebelumnya yang meningkat sebesar 0.6%. Di sisi lain, pengeluaran barang barang tahan lama (durable goods) meningkat 0.6% dibandingkan bulan sebelumnya yang melambat -0.4%, peningkatan terjadi didorong oleh pembelian kendaraan bermotor. Belanja personal riil bulan Januari naik 0,1% (USD 12.9 miliar), kenaikan tersebut sama seperti bulan sebelumnya 0.1%.

Pesanan barang tahan lama (durable goods orders) yang diterima pabrikan bulan Januari 2020 turun 0.2% mom jika dibandingkan bulan sebelumnya yang meningkat 2.9% mom. Hal ini didorong oleh menurunnya permintaan alat transportasi karena adanya penurunan pesanan kendaraan bermotor dan suku cadangnya serta penurunan pada pesanan pesawat militer dan bagiannya. Sementara itu pesanan pesawat komersil mengalami peningkatan pesanan jika dibandingkan bulan sebelumnya yang pesanannya menurun.

Dari sektor perumahan AS, harga rata – rata rumah (single family house) yang dijamin dengan hipotek di Amerika meningkat 0,6% mom dari bulan Desember 2019. Penjualan rumah (single family house) bulan Januari meningkat 7.9% dibandingkan bulan sebelumnya, rata – rata penjualan sebesar 764 ribu berada di atas konsensus pasar sebesar 710 ribu unit. Rata – rata harga rumah baru naik menjadi USD 348.200 dari sebelumnya USD 305.400 pada tahun lalu. Penjualan rumah baru di AS dari tahun ke tahun meningkat sebesar 18.6%. Selain itu kontrak kepemilikan rumah (pending home sales) tumbuh 5.7% yoy di bulan Januari 2020, lebih tinggi jika dibandingkan dengan buIan Desember 2019 sebesar 4.1% yoy. Kontrak penjualan rumah cenderung meningkat di seluruh wilayah AS.

Minggu I Maret 2020

Beberapa indikator ekonomi yang perlu dicermati pekan depan antara lain
USA: Markit manufacturing, ISM manufacturing, factory orders, trade balance, unemployment rate
Jepang: Jibun Bank PMI, indeks kepercayaan konsumen,
China: Caixin PMI, Manufacturing PMI
EU: Markit manufacturing PMI, laju inflasi, unemployment rate, retail sales
Indonesia: Laju inflasi

 

Source: Danareksa Research Institute
Photo by Kolar.io on Unsplash