PT Danareksa (Persero)

Holding Danareksa, BUMN Spesialis Transformasi Pertama di Indonesia

Tentang PT Danareksa (Persero)

PT Danareksa (Persero) telah berperan aktif dalam pengembangan pasar modal Indonesia dan Industri Keuangan Nasional selama lebih dari 46 tahun. Berbekal pengalaman panjang tersebut, PT Danareksa (Persero) dipercaya Pemerintah sebagai Holding Spesialis Transformasi pertama di Indonesia yang menjadi Pengelola BUMN Lintas Sektor.

Sebagai Perusahaan Holding, PT Danareksa (Persero) akan berperan dalam meningkatkan skala bisnis melalui penciptaan value creation dengan upaya transformasi bisnis dan membangun sinergi sehingga dapat bersaing pada skala global.

Sejarah Danareksa

PT Danareksa (Persero), (“Danareksa” atau “Perseroan”), dimiliki 100% oleh Pemerintah Republik Indonesia,  didirikan pada tanggal 28 Desember 1976 melalui Peraturan Pemerintah No. 25 tahun 1976 tentang Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia untuk Pendirian Perusahaan Perseroan (Persero) “Dana Reksa”. Kehadiran Danareksa kemudian semakin dikenal sebagai pelopor investasi keuangan di Indonesia, dimana pada tanggal 10 Agustus 1977, Presiden Republik Indonesia ke-2, Soeharto, meresmikan kembali dibukanya Bursa Efek Jakarta (Sekarang “Bursa Efek Indonesia”) yang sempat ditutup pada tahun 1958 di Gedung Danareksa. Sejak saat itu, kehadiran Danareksa menjadi simbol dimulainya pasar modal era modern di Indonesia.

Guna memperkuat lini bisnis Perseroan, pada tahun 1992, Danareksa melakukan restrukturisasi organisasi dengan membentuk tiga Entitas Perusahaan Anak. Ketiga entitas tersebut adalah PT Danareksa Sekuritas, PT Danareksa Investment Management, dan PT Danareksa Finance.
Seiring perkembangan usaha dan kebutuhan nasabah, maka pada tahun 2010, Perseroan kembali membentuk Entitas Perusahaan Anak, yaitu PT Danareksa Capital. PT Danareksa Capital didirikan dengan fokus utama di bidang investasi dengan menggalang modal swasta, atau dikenal sebagai private equity firm.

Pada tahun 2018, guna mengoptimalkan kinerja Perseroan, maka Perseroan memutuskan untuk melepas 67% saham PT Danareksa Sekuritas (yang kemudian berubah nama menjadi PT BRI Danareksa Sekuritas), dan 35% saham PT Danareksa Investment Management kepada PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

Perseroan kemudian memperkuat jaringannya di bidang infrastruktur jasa keuangan dengan mengambil alih 67% saham PT Jalin Pembayaran Nusantara dari PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk pada tahun 2019. PT Jalin Pembayaran Nusantara yang merupakan perusahaan switching dan managed service nasional semakin memperkuat lini usaha Grup Danareksa tidak hanya di pasar modal, tetapi juga di infrastruktur jasa keuangan.

Perseroan terus meningkatkan kualitasnya dan pada tahun 2020, Danareksa mengadaptasi nilai organisasi AKHLAK (Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Kolaboratif) yang diperkenalkan oleh Kementerian Badan Usaha Milik Negara sebagai transformasi dari nilai iFAST (Integritas, Kewajaran, Akuntabilitas, Keahlian, Keterbukaan). Selain itu, di November 2020, Perseroan berhasil memperoleh Sertifikat ISo 37001:2016 tentang Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP).

Melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 113 Tahun 2021 tentang Perubahan atas PP Nomor 25 Tahun 1976 tentang Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia untuk Pendirian Perusahaan Perseroan (Persero) “Dana Reksa” pada 10 November 2021, PT Danareksa (Persero) ditunjuk sebagai holding yang membawahi beberapa subklaster, yaitu jasa keuangan, kawasan industri, sumber daya air, jasa konstruksi dan konsultasi konstruksi, manufaktur, media dan teknologi, serta transportasi dan logistik. Pembentukan holding ini merupakan bagian dari transformasi pengelolaan BUMN melalui konsolidasi dan simplifikasi jumlah BUMN.

Dan berdasarkan PP Nomor 7 Tahun 2022 tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia ke Dalam Modal Saham Perusahaan Perseroan (Persero) PT Danareksa, maka anggota Holding Danareksa Tahap 1 adalah PT Nindya Karya, PT Kliring Berjangka Indonesia, PT Kawasan Industri Medan, PT Kawasan Industri Wijayakusuma, PT Kawasan Industri Makassar, PT Kawasan Berikat Nusantara, PT Balai Pustaka, PT Perusahaan Pengelola Aset, PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung dan PT Surabaya Industrial Estate Rungkut. 

Sehingga pada akhir tahun 2022, Danareksa memiliki 12 entitas anak dan 3 entitas asosiasi yang terbagi dalam 4 subklaster yaitu:

Jasa Keuangan

PT Perusahaan Pengelola Aset (99,99%)
PT Danareksa Finance   (99,99%)
PT Danareksa Capital (99,99%)
PT BRI Manajemen Investasi  (35,0%)* 
PT BRI Danareksa Sekuritas (35%)*

Kawasan Industri

PT Kawasan Industri Medan  (59,99%)
PT Kawasan Berikat Nusantara (73,15%)
PT Kawasan Industri Wijayakusuma (85,86%)
PT Kawasan Industri Makassar (59,99%)
PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (50%)
PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung (50%)*

Jasa konstruksi

PT Nindya Karya      (99,99%)

 

Media dan Teknologi

PT Balai Pustaka (99,99%)
PT Kliring Berjangka Indonesia  (99,99%)
PT Jalin Pembayaran Nusantara (67%)

*) entitas asosiasi

 

Danareksa memperoleh rating idAA/Stable (Double A; Stable Outlook) dari PT Pemeringkat Efek Indonessia (Pefindo) untuk periode 3 November 2022 sampai dengan 1 November 2023.