Surakarta, 21 April 2026 – Bintang Muda Lokananta (BML) Vol. 2 kini memasuki tahap penting: lima finalis terpilih mengikuti mentoring eksklusif sebelum melangkah ke sesi recording di Studio Lokananta. Para finalis tidak sekedar berkompetisi dalam kemampuan bermusik, melainkan juga menerima manfaat utama program yang merupakan keunggulan program ini yaitu bekal perspektif baru dalam mengembangkan karya sekaligus memahami konteks industri musik secara lebih luas, benefit yang tidak didapatkan pada kompetisi sejenis di Indonesia. Program Bintang Muda Lokananta ini menjadi inisiatif Lokananta yang didukung penuh oleh PT Danareksa (Persero) dan PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA). BML menjadi wujud nyata kontribusi Danareksa dan PPA dalam mendukung regenerasi ekosistem musik Indonesia dengan melahirkan talenta baru melalui program tanggung jawab sosial & lingkungan (TJSL).
Kelima finalis yang terpilih terdiri dari Tuan Sendiri (Bandung), Gardenia (Banjarnegara), BeverlyLine (Semarang), Barmy Blokes (Surakarta), dan Drewgon (Maluku Tenggara). Mereka mendapatkan manfaat untuk membangun kapasitas kreatif sekaligus professional dengan belajar langsung dari mentor berpengalaman, memahami proses produksi musik secara menyeluruh yaitu bekal pengetahuan, karya rekaman, dan jejaring yang terbentuk.
Para finalis berkesempatan berdiskusi langsung dengan mentor-mentor berpengalaman dalam ekosistem musik, di antaranya Kukuh Rizal membangun fondasi manajerial bagi musisi/band, dengan memahami pilihan model bisnis dalam musik serta sumber-sumber pendapatan yang dapat dikembangkan. Ferry Dermawan memandu finalis mengenal perspektif kurator festival musik dalam melihat potensi serta kesiapan seorang musisi/band. Lafa Pratomo membantu menjelaskan peran produser dalam membentuk karakter dan identitas karya seorang musisi/band tanpa kehilangan arah/ karakter musiknya dan Endah Widiastuti menyampaikan cara membangun karya musikal di tengah tren dan tuntutan pasar melalui lirik yang bercerita.
Saat sesi mentoring berlangsung, para mentor berinteraksi lebih dekat dengan finalis BML. Sebagai seorang produser, Lafa Pratomo berpendapat bahwa musisi yang tidak berada di pusat industri justru memiliki semangat kreatifitas dan daya juang lebih tinggi dalam berkarya. Hal ini terlihat dari penilaiannya terhadap kemampuan produksi para finalis yang cukup mumpuni, dan ia berharap kehadirannya bisa ikut memantik semangat mereka untuk terus berkarya. Sejalan dengan itu, Kukuh Rizal menekankan betapa menyenangkan bertemu musisi-musisi baru dengan energi besar. Ia melihat keseriusan para finalis dalam setiap sesi, dan menilai Bintang Muda Lokananta adalah jembatan yang mempertemukan potensi tersebut sekaligus membuka ruang penemuan baru bagi perkembangan musik Indonesia. Menurutnya, potensi yang dimiliki para finalis bukan hanya bakat, tetapi juga bentuk kemauan usaha untuk menyusun management systems dalam rencana jangka panjang dan membuktikan diri lewat karya.
Bintang Muda Lokananta Vol. 2 juga mendapat atensi dari Direktur Musik Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif, Dr Mohammad Amin, M.Sn., M.A yang menjadi salah satu narasumber dan mengapresiasi program ini karena sejalan dengan program Kementerian Ekonomi Kreatif untuk mengembangkan talenta musik Indonesia yang memiliki potensi untuk berkembang lebih lanjut, sekaligus membuka peluang untuk berkolaborasi dengan program pendanaan Akselerasi Kreatif (AKTIF) Musik.
“Peran musisi tidak hanya berkarya, tetapi juga memiliki kemampuan untuk menciptakan dampak ekonomi dan sosial bagi komunitasnya. Melalui program Akselerasi Kreatif (AKTIF) Musik, Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif mengajak musisi untuk memahami ekosistem yang lebih luas dan mengakses peluang yang tersedia. Pendekatan ini penting agar para musisi tidak hanya siap secara kreatif, tetapi juga memiliki kapasitas berjejaring dan memanfaatkan berbagai dukungan yang ada, sehingga karya mereka dapat membawa dampak yang lebih luas dan berkelanjutan,” ujarnya.
Pandangan para mentor tersebut sejalan dengan yang dirasakan langsung oleh salah satu finalis. Tuan Sendiri menuturkan bahwa sesi mentoring membuka perspektif baru sekaligus memperluas jejaring, bahkan tercipta kolaborasi spontan di Lokananta antara dirinya dengan Risti Panjali dari alumni BML Vol. 1 sewaktu sesi mentoring. Baginya, proses ini menyenangkan dan memperkaya sudut pandang dalam bermusik.
Setelah menjalankan mentoring dan berlanjut ke sesi rekaman di Studio Lokananta, Tuan Sendiri menceritakan pengalamannya, “Melalui sesi mentoring, saya mendapatkan banyak ilmu secara langsung dari para mentor. Materi tersebut membantu saya dalam menjalani proses pembuatan karya di Lokananta, yang dipenuhi berbagai cerita dan sejarah musik sehingga menjadi pengalaman yang sangat berkesan bagi saya. Menjadi sebuah kebanggaan karena orang-orang hebat di industri musik bisa ikut berkontribusi dalam proses pembuatan karya saya.”
Dengan rangkaian mentoring, jejaring, hingga dukungan lintas lembaga, program Bintang Muda Lokananta Vol. 2 membuktikan langkah nyata untuk membuka jalan panjang bagi karir musisi di Indonesia. Lima finalis terpilih tidak hanya bersiap untuk rekaman, tetapi juga menapaki jalur profesional dengan bekal ilmu, jaringan, dan semangat baru.



